Total Tayangan Laman

Kamis, 15 Agustus 2013

PERAN GNB(GERAKAN NON BLOK) DALAM PEMBANGUNAN INTERNASIONAL YANG ADIL

             kali ini penulis akan membahas,salah satu materi kuliah penulis mengenai hubungan internasional yang berjudul Peran GNB,harap dimaklumi jika materi ini tidak begitu lengkap selengkap pengetahuan pembaca nantinya. THX



A.    Sejarah GNB
GNB atau biasa disebut GERAKAN NON BLOK adalah suatu organisasi internasional yang terdiri dari 118 negara dimana dibentuk pada tahun 1961 oleh Jozeph Broz Tito(Presiden Yugoslavia),Soekarno(Presiden Indonesia),Gamal Abdul Nasser(Presiden Mesir),Pandit Jawaharlal Nehru(Perdana Menteri India),Kwanw(Presiden Ghana),dan Negara-negara lainnya yang tidak mengiginkan untuk beraliansi dengan Negara-negara adidaya serta untuk menunjukkan ketidakberpihakannya Negara-negara tersebut terhadap masing-masing blok yang ada zaman itu,yaitu blok barat dan blok timur.
Tujuan dibentuknya GNB sebenarnya adalah :
a.       Mendukung perjuangan dekolonialisasi dan memegang teguh perjuangan melawan kolonialisme,imperialism,neokolonialisme,rasialisme apartheid,dan zionisme
b.      Tempat atau wadah bagi Negara-negara yang sedang berkembang
c.       Mengurangi ketegangan antara blok barat dan blok timur
d.      Tidak membenarkan penyelesaian sengketa dengan kekerasan senjata

B.     Peran GNB dalam Pembangunan Internasional
Setelah berakhirnya perang dingin, yang ditandai dengan runtuhnya Tembok Berlin tahun 1989 dan melemahkan kekuatan militer-politik komunisme di Eropa Timur, timbul perdebatan mengenai relevansi keberadaan GNB. Pendapat yang muncul menyatakan bahwa dengan berakhirnya sistem bipolar ini, maka eksistensi GNB telah tidak bermakna. Namun, sebagian besar negara mengusulkan agar GNB menyalurkan energinya untuk menghadapi tantangan-tantangan baru dunia pasca Perang Dingin, terutama adanya jurang pemisah antara negara maju dan negara berkembang yang menjadi krisis dalam hubungan internasional.
GNB mulai memberikan perhatian pada masalah pembangunan ekonomi negara berkembang, pengentasan kemiskinan dan lingkungan hidup, dan menjadikan sebagai fokus perjuangan GNB di berbagai forum internasional mulai dekade 90-an. Pada KTT ke-15 GNB di Sharm El-Sheikh, Mesir, yang diselenggarakan tanggal 11-16 Juli 2009 berhasil membuat sebuah Final Document yang berisikan sikap, pandangan dan posisi GNB berkaitan dengan semua isu dan permasalahan internasional dewasa ini. Pada KTT ke-15 GNB ini memberikan perhatian atas krisis ekonomi dan moneter global, kemudian perlunya komunitas internasional kembali pada komitmen menjunjung prinsip-prinsip pada Piagam PBB, hukum internasional, peningkatan kerja sama antara negara maju dan berkembang untuk mengatasi berbagai krisis saat ini.Masalah krisis keuangan dan jatuhnya pasar-pasar bursa dunia menjadi agenda yang dibicarakan dalam KTT GNB Ke-15 Sharm el-Sheikh Mesir. Berkaitan dengan ini  Presiden Kuba, Raul Kastro minta agar dibentuk sebuah sistem moneter internasional yang dapat menjamin kepentingan seluruh negara-negara sedang berkembang.
Selain itu, setiap negara khususnya negara berkembang berusaha untuk mengatasi kesenjangan terhadap negara-negara maju. Salah satu caranya, dengan meraih Millenium Development Goals yang tak hanya bergerak di bidang ekonomi seperti pengentasan kemiskinan, tapi juga kesehatan seperti peningkatan kualitas gizi ibu dan anak-anak. Hal ini sejalan dengan hasil KTT XIV GNB di Havana tahun 2006 yang merumuskan “Declaration on The Purposes and Principles and The Role of The Non-Aligned Movement in The Present International Juncture”, khususnya dalam Dokumen I bagian 8q:
To respond to the challenges and to take advantage of the opportunities arising from globalization and interdependence with creativity and a sense of identity in order to ensure its benefits to all countries, particularly those most affected by underdevelopment and poverty, with a view to gradually reducing the abysmal gap between the developed and developing countries.
Dalam KTT Havana ini juga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataannya mengenai upaya negara berkembang dalam meningkatkan perekonomian. Sebab, masalah-masalah kemanusiaan akan dapat diatasi jika kesejahteraan masyarakat tercapai sementara di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya, masih banyak rakyat yang hidup miskin. Presiden dalam kesempatan ini juga menyatakan agar negara maju dan kaya hendaknya lebih ramah dalam membantu negara berkembang, termasuk meningkatkan investasi, bertukar pengetahuan dan teknologi. Termasuk juga negara maju diharapkan mau membuka pasarnya untuk menerima impor barang dan hasil pertanian dari negara berkembang. Dan untuk negara-negara berkembang. Presiden Susilo mengingatkan bahwa masih banyak pencapaian yang harus dilakukan. Seperti melawan korupsi, memperbaiki sistem pemerintahan, mengolah sumber daya alam, dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Usaha GNB dalam mewujudkannya diakui pula oleh Sekretaris Jenderal Kofi Annan yang menyebutkan data bahwa kawasan Selatan-Selatan mengalami pertumbuhan tingkat perdagangan sebanyak 2 kali lipat usai KTT GNB di Havana.
Kesimpulan :
Jadi,GNB sangatlah berperan dalam pembangunan internasional yang dimana GNB ingin menciptakan suatu pembangunan yang bersifat adil,tidak membeda-bedakan antara Negara maju,berkembang dan miskin,di dalam segala bidang dan terfokus pada bidang perekonomian dan kesehatan,dimana kedua hal tersebut menjadi sasaran utama bagi GNB karena 2hal tersebut sangatlah mempengaruhi kesejahteraan masyarakat,baik dengan cara meningkatkan investasi, bertukar pengetahuan dan teknologi yang didapat dari Negara-negara maju.
Seperti halnya yang dikatakan Boediono terkait dengan 3 Peran Utama GNB pada tanggal 31 agustus 2012 kemarin di Teheran,yang bersumber dari jaringnews.com menyatakan bahwa :
GNB memiliki 3 peran utama agar tetap bertahan dalam perkembangan dunia,yang dimana disebut sebagai tata kelola global(mekanisme pengambilan keputusan, kebijakan, atau posisi-posisi yang mempengaruhi ekonomi, politik, dan kesejahteraan rakyat pada tingkat global),dimana isinya yaitu :
1.      GNB harus berkontribusi lebih besar pada perdamaian dan keamanan dunia
2.      harus berupaya dengan segala daya upaya mendorong pembangunan politik, keadilan sosial dan demokratisasi
3.      GNB harus menjadi kekuatan untuk mewujudkan kesejahteraan global yang lebih merata sehingga tidak ada satu negara pun yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar